Bandung, Jawa Barat, Indonesia
MythBuster

Benarkah Minyak Kelapa Dapat Menggantikan Sunscreen?

Ditulis oleh Hagi Hagoromo Dipublikasikan pada 14 October 2025 29

Benarkah Minyak Kelapa Dapat Menggantikan Sunscreen?

MITOS: Minyak kelapa dapat digunakan sebagai pengganti sunscreen.

FAKTA: Minyak kelapa sering disebut-sebut sebagai alternatif alami untuk sunscreen, namun anggapan ini merupakan mitos yang tidak didukung oleh bukti ilmiah yang memadai. Faktanya, minyak kelapa hanya memiliki nilai SPF [Sun Protection Factor] sekitar 4 hingga 7. Angka ini sangat rendah dibandingkan dengan SPF minimal 30 yang direkomendasikan dermatolog untuk perlindungan yang efektif terhadap sinar UV.

Minyak kelapa memang memiliki sifat melembapkan yang baik dan bisa membantu dalam menutrisi kulit. Namun, kemampuannya dalam melindungi kulit dari efek berbahaya sinar matahari sangat terbatas. Sinar UV dapat menyebabkan kerusakan kulit seperti luka bakar, penuaan dini, dan pada kasus yang lebih serius, kanker kulit. Mengandalkan minyak kelapa sebagai sunscreen berarti membiarkan kulit terpapar risiko-risiko ini.

ilustrasi minyak kelapa - Beautyversity | canva.com

Dermatolog dan ahli kulit secara konsisten menyarankan penggunaan produk sunscreen yang telah teruji secara klinis dan memiliki SPF tinggi. Produk ini dirancang khusus untuk memblokir atau menyerap sinar UVA dan UVB yang berbahaya. Untuk perlindungan optimal, sunscreen harus diaplikasikan ulang setiap dua jam atau segera setelah berenang atau berkeringat.

Penting untuk memahami bahwa tidak ada alternatif alami yang efektif untuk menggantikan sunscreen yang telah teruji secara klinis. Penggunaan minyak kelapa boleh-boleh saja sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit karena manfaat pelembapnya, namun jangan mengandalkannya sebagai pengganti sunscreen. Selalu pilihlah produk perlindungan matahari yang sesuai dengan kebutuhan kulit Anda dan ikuti rekomendasi para ahli untuk menjaga kesehatan kulit Anda dari paparan sinar matahari.

Dapatkah Minyak Kelapa Digunakan untuk Kosmetik?

Ya, minyak kelapa dapat digunakan dalam kosmetik atau makeup, dan telah populer karena manfaatnya yang beragam untuk perawatan kulit dan rambut. Berikut adalah beberapa cara penggunaan minyak kelapa dalam produk kecantikan:

1. Pelembap Kulit: Minyak kelapa adalah pelembap alami yang efektif dan bisa digunakan langsung pada kulit sebagai losion tubuh untuk meningkatkan hidrasi dan kelembutan kulit.

2. Pembersih Makeup: Minyak kelapa bisa efektif untuk menghapus makeup, termasuk maskara waterproof. Ia bekerja dengan melarutkan minyak dan lilin dalam produk makeup, membuatnya mudah dibersihkan.

3. Pengganti Lip Balm: Karena sifat pelembapnya, minyak kelapa bisa digunakan sebagai lip balm untuk melembutkan dan merawat bibir kering atau pecah-pecah.

Baca Juga: Benarkah Pori-Pori Bisa Mengecil? Ini Fakta Sebenarnya..

4. Bahan dalam Produk Kosmetik: Minyak kelapa sering ditambahkan ke dalam formula produk kosmetik seperti krim, losion, dan balm. Ia membantu untuk meningkatkan tekstur produk dan memberikan manfaat pelembap.

ilustrasi minyak kelapa - Beautyversity | canva.com

5. Primer Makeup: Bagi beberapa orang, minyak kelapa dapat berfungsi sebagai primer untuk membantu makeup tahan lebih lama, meskipun ini mungkin tidak cocok untuk setiap jenis kulit, terutama yang berminyak atau berjerawat.

6. Perawatan Rambut: Minyak kelapa juga populer sebagai masker rambut atau serum ujung rambut untuk menambah kilau, kelembutan, dan mengurangi frizz.

Meskipun minyak kelapa memiliki banyak manfaat, penting untuk diingat bahwa tidak semua jenis kulit cocok dengan penggunaan minyak kelapa, terutama kulit yang cenderung berjerawat atau sangat berminyak. Minyak kelapa dapat menyumbat pori dan memicu timbulnya jerawat pada beberapa orang. Oleh karena itu, selalu baik untuk melakukan patch test di area kulit yang kecil terlebih dahulu sebelum menggunakan minyak kelapa secara luas pada kulit, terutama di wajah. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]

*penulisan artikel ini dibantu riset ChatGPT 4

Artikel Terkait

Pemulihan Kulit Belang karena Terbakar Matahari
SkinCare

14 Oct 2025

Pemulihan Kulit Belang karena Terbakar Matahari

Kulit terbakar matahari bisa memakan waktu beberapa minggu hingga bulan untuk kembali normal. Proses penyembuhannya tergantung pada tingkat keparahan terbakar, warna kulit alami, dan cara perawatannya. Kadang-kadang, dalam kesibukan kita sehari-hari, kita bisa lupa untuk menggunakan sunscreen. Meskipun kita tahu pentingnya melindungi kulit dari sinar matahari, ada kalanya kita terjebak dalam aktivitas yang membuat kita lupa. Saat itulah, efek sinar UV yang berbahaya bisa menyebabkan kulit kita belang dan terbakar matahari. ilustrasi kulit belang - Beautyversity | canva.com Situasi ini bisa sangat mengganggu, terutama jika kita harus menghabiskan banyak waktu di luar ruangan. Kegiatan seperti berjalan-jalan, bekerja di luar ruangan, atau bahkan berolahraga bisa memperparah dampak sinar matahari terhadap kulit kita. Akibatnya, kulit bisa menjadi kemerahan, perih, dan tidak nyaman. Namun, ada berbagai cara untuk mengatasi dan merawat kulit yang belang karena terbakar matahari. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, kita bisa membantu kulit kita kembali sehat dan bercahaya. Mari kita telusuri lebih lanjut bagaimana cara merawat kulit yang terbakar matahari dan langkah-langkah pencegahan untuk masa depan. Tips Merawat Kulit Terbakar Matahari 1. Hidrasi: Minum banyak air membantu kulit tetap lembab dan mempercepat penyembuhan. 2. Lidah Buaya: Gel lidah buaya dapat membantu meredakan kulit yang terbakar matahari dan mempercepat penyembuhan. 3. Pelembap: Gunakan pelembap bebas pewangi untuk menjaga kelembaban kulit. Baca Juga: Anti-Pollution Skincare? Apa Itu? 4. Hindari Paparan Matahari: Hindari paparan matahari langsung pada area yang terbakar sampai pulih. ilustrasi kulit belang - Beautyversity | canva.com 5. Gunakan Tabir Surya: Setelah kulit sembuh, gunakan tabir surya untuk mencegah terbakar lagi. 6. Pakai Pakaian Tertutup: Kenakan pakaian yang melindungi kulit dari paparan sinar matahari. 7. Konsumsi Makanan Sehat: Makanan kaya vitamin C dan E dapat membantu regenerasi kulit. Beauties, dengan perawatan yang tepat, kulit belang karena terbakar matahari dapat kembali normal lebih cepat. Tetap jaga kulit Anda dan lindungi dari paparan sinar matahari yang berlebihan. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV] *penulisan artikel ini dibantu riset ChatGPT 4 ilustrasi kulit belang - Beautyversity | canva.com tags:

Gaya Hidup Skinimalisme untuk Kulit Sehat
BeautyLife

14 Oct 2025

Gaya Hidup Skinimalisme untuk Kulit Sehat

Bayangkan Anda berjalan di tengah hujan ringan, payung di tangan, namun wajah tetap cerah tanpa lapisan makeup tebal.  Di tahun 2025, skinimalisme—tren kecantikan yang mengutamakan kesederhanaan—sedang mencuri perhatian di Indonesia. Dengan rutinitas minimalis, Anda bisa punya kulit sehat tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam. Musim hujan, dengan udara lembap dan polusi kota, adalah waktu yang tepat untuk merangkul gaya hidup ini. Mari jelajahi cara skinimalisme membawa kilau alami pada kulit Anda, dengan sentuhan bahan lokal Indonesia. Apa Itu Skinimalisme? Skinimalisme adalah pendekatan kecantikan yang fokus kepada sedikit produk, tetapi berkualitas tinggi. Alih-alih menggunakan sepuluh produk, Anda hanya perlu tiga atau empat yang benar-benar bekerja. Menurut Journal of Cosmetic Dermatology [2023], rutinitas minimalis mengurangi iritasi kulit hingga 20% pada iklim tropis. Oleh karena itu, skinimalisme sangat cocok untuk musim hujan, ketika kulit rentan terhadap kelembapan berlebih dan polusi. Langkah Pertama: Pembersih yang Lembut Mulailah dengan pembersih wajah berbasis gel, misalnya yang mengandung ekstrak teh hijau dari Jawa Barat. Teh hijau kaya antioksidan, membantu melawan polusi yang menempel di kulit. Pijat wajah selama 30 detik setiap pagi dan malam, lalu bilas dengan air suam-suam kuku. Langkah ini seperti menyapa kulit Anda dengan kelembutan, membersihkan tanpa menghilangkan kelembapan alami. Baca Juga: 5 Gaya Hidup untuk Kulit Glowing di Tengah Kota Serum untuk Nutrisi Esensial Setelah membersihkan, aplikasikan serum ringan dengan bahan lokal seperti temulawak. Serum ini memberi nutrisi tanpa membuat wajah terasa berat. Cukup 2-3 tetes, pijat perlahan hingga menyerap. Bayangkan serum ini seperti setetes energi untuk kulit Anda, membantu mencerahkan dan melawan kusam akibat cuaca mendung. Pilih produk terdaftar BPOM untuk keamanan. Pelindung Setia: Sunscreen Meski hujan turun, sinar UV tetap mengintai. Gunakan sunscreen SPF 30 bertekstur gel, ideal untuk iklim tropis. Banyak produk lokal menawarkan formula dengan ekstrak lidah buaya, yang melembapkan sekaligus melindungi. Aplikasikan setiap pagi, dan ulangi jika Anda banyak beraktivitas di luar. BPOM [2025] mencatat bahwa sunscreen rutin mencegah penuaan dini hingga 70% di lingkungan lembap. Baca Juga: Gaya Hidup Beautylife untuk Kualitas Hidup dan Kecantikan Fisik Konsistensi Adalah Kunci Skinimalisme bukan tentang hasil instan, melainkan kebiasaan kecil yang konsisten. Dengan hanya tiga langkah—pembersih, serum, sunscreen—Anda memberi kulit kesempatan untuk bernapas. Selain itu, kurangi stres dengan tidur cukup atau minum teh herbal lokal untuk mendukung kesehatan kulit dari dalam. Rasanya seperti merangkul diri sendiri dengan cara yang sederhana namun penuh cinta. Beauties, gaya hidup skinimalisme membawa Anda lebih dekat ke kulit sehat tanpa kerumitan. Dengan pembersih teh hijau, serum temulawak, dan sunscreen, Anda bisa tampil glowing meski musim hujan menantang. Pilih produk lokal terpercaya, dan nikmati kecantikan alami yang sustainable. Untuk inspirasi lain, cek artikel kami di rubrik SkinCare tentang serum alami. Mulailah hari ini, dan biarkan kulit Anda bersinar dengan caranya sendiri! [][Vikalena Lasmoskwa/TBV] Sumber Eksternal: BPOM: Panduan Kosmetik Aman Journal of Cosmetic Dermatology [2023], “Minimalist Skincare in Tropical Climates”

Cara Memilih Sunscreen untuk Kulit Berminyak di Musim Hujan
Blog

14 Oct 2025

Cara Memilih Sunscreen untuk Kulit Berminyak di Musim Hujan

Musim hujan di Indonesia, seperti yang mulai terasa di September 2025, membawa kelembapan tinggi yang bisa jadi musuh bagi pemilik kulit berminyak. Kelembapan membuat kulit memproduksi sebum berlebih, menyebabkan pori tersumbat, jerawat, dan kilau berlebihan.  Namun begitu Beauties, perlindungan matahari tetap penting, bahkan saat mendung, karena sinar UVA/UVB tetap bisa menembus awan. Menurut penelitian dari Journal of Dermatology [2023], 80% kerusakan kulit akibat sinar UV terjadi pada hari berawan. Nah, bagaimana cara memilih sunscreen yang cocok untuk kulit berminyak tanpa bikin wajah terasa lengket atau memicu komedo? Artikel ini, didukung wawasan farmasi dari Universitas Padjadjaran, akan memandu Anda memilih sunscreen ideal dengan formula ringan, non-comedogenic, dan inspirasi bahan lokal Indonesia. Mengapa Sunscreen Penting untuk Kulit Berminyak?   Kulit berminyak cenderung memiliki lapisan sebum alami yang membuatnya tampak glossy, tapi ini tidak cukup melindungi dari sinar UV. Paparan sinar matahari tanpa perlindungan dapat mempercepat penuaan dini, hiperpigmentasi, dan bahkan meningkatkan risiko kanker kulit. Badan Pengawas Obat dan Makanan [BPOM] Indonesia merekomendasikan penggunaan sunscreen dengan SPF minimal 30 untuk aktivitas sehari-hari. Namun, tantangan terbesar bagi kulit berminyak adalah menemukan produk yang tidak menyumbat pori atau terasa berat di cuaca lembap. Berikut adalah kriteria dan tips berbasis sains untuk memilih sunscreen yang tepat. Baca Juga: Day Cream Penting untuk Perlindungan Kulit Harian Kriteria Sunscreen Ideal untuk Kulit Berminyak   Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diperhatikan saat memilih sunscreen, berdasarkan ilmu kosmetik farmasi: 1. Pilih Formula Non-Comedogenic   Non-comedogenic berarti produk tidak menyumbat pori, yang krusial untuk mencegah jerawat dan komedo. Cari label 'non-comedogenic' atau 'oil-free' pada kemasan. Contoh bahan yang aman adalah zinc oxide atau titanium dioxide, yang sering ditemukan pada sunscreen fisik [physical/mineral sunscreen]. Bahan ini juga cocok untuk kulit sensitif, menurut studi di International Journal of Cosmetic Science [2022]. 2. Perhatikan SPF dan PA yang Sesuai   Sun Protection Factor [SPF] mengukur perlindungan terhadap UVB, sementara Protection Grade of UVA [PA] melindungi dari UVA. Untuk kulit berminyak, pilih SPF 30-50 dan PA+++. Produk dengan SPF terlalu tinggi [misalnya 100] sering kali terasa berat dan kurang nyaman di iklim tropis. BPOM menyarankan SPF 30 untuk aktivitas indoor-outdoor ringan, cukup untuk melindungi selama 4-6 jam di musim hujan. 3. Tekstur Ringan: Gel atau Lotion Lebih Baik   Sunscreen berbasis gel atau lotion lebih cocok untuk kulit berminyak dibandingkan krim tebal. Tekstur gel menyerap cepat, memberikan efek matte, dan tidak meninggalkan residu berminyak. Beberapa produk lokal Indonesia, seperti yang menggunakan ekstrak lidah buaya atau daun teh hijau, menawarkan tekstur ringan sekaligus manfaat antioksidan. 4. Bahan Aktif yang Mengontrol Sebum   Cari sunscreen dengan bahan seperti niacinamide atau ekstrak witch hazel, yang membantu mengurangi produksi sebum tanpa mengeringkan kulit. Niacinamide, misalnya, terbukti dalam studi Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology [2021] dapat mengurangi kilau minyak hingga 20% setelah 4 minggu pemakaian rutin. Produk lokal yang memanfaatkan ekstrak temulawak juga bisa jadi pilihan karena sifat anti-inflamasinya. 5. Tahan Air untuk Musim Hujan   Di musim hujan, cari sunscreen dengan label 'water-resistant' untuk menjamin perlindungan saat terkena air hujan atau keringat. Namun, ingat untuk mengaplikasikan ulang setiap 2-3 jam jika terpapar air terus-menerus, sesuai pedoman BPOM. Baca Juga: Kulit Halus Bukan Mimpi: Rahasia Perawatan dari Rumah Rekomendasi Produk Lokal dan Cara Penggunaan   Indonesia kaya akan bahan alami yang bisa diintegrasikan ke dalam sunscreen. Beberapa merek lokal yang terdaftar di BPOM, seperti Wardah, Emina, atau merek UMKM berbasis bahan alami, menawarkan sunscreen dengan formula ringan. Contohnya, produk dengan ekstrak kelapa atau teh hijau lokal sering kali ramah untuk kulit berminyak. Berikut langkah penggunaan sunscreen yang benar: 1. Bersihkan Wajah: Gunakan pembersih wajah berbasis gel untuk menghilangkan minyak berlebih.   2. Aplikasikan Pelembap Ringan: Pilih pelembap berbasis air untuk menjaga hidrasi tanpa menambah minyak.   3. Gunakan Sunscreen: Aplikasikan 2 jari penuh [sekitar 2 gram] untuk wajah dan leher, 15 menit sebelum keluar rumah.   4. Re-apply: Ulangi setiap 2-3 jam, terutama setelah terkena hujan atau keringat.   Tips Tambahan: Gunakan bedak tabur berbahan mineral untuk efek matte setelah sunscreen, terutama untuk aktivitas outdoor di musim hujan. Peringatan: Hal yang Harus Dihindari   - Sunscreen Kedaluwarsa: Periksa tanggal kadaluarsa, karena bahan aktif seperti avobenzone bisa kehilangan efektivitas.   - Produk Tanpa Label BPOM: Hindari sunscreen dari sumber tidak jelas untuk mencegah risiko bahan berbahaya seperti merkuri.   - Over-application: Terlalu banyak sunscreen bisa membuat kulit terasa lengket dan memicu komedo.   Inspirasi dari Bahan Lokal Indonesia   Indonesia punya potensi besar dalam pengembangan kosmetik berbasis bahan alami. Misalnya, ekstrak temulawak dan kunyit, yang kaya antioksidan, bisa menjadi bahan tambahan dalam sunscreen untuk melawan radikal bebas akibat polusi. Penelitian dari Fakultas Farmasi Unpad [2024] menunjukkan bahwa ekstrak temulawak dapat meningkatkan perlindungan kulit hingga 15% dibandingkan formula standar. Dukungan untuk cosmeticpreneur lokal yang memanfaatkan bahan ini juga sejalan dengan misi beautyversity.id untuk memajukan inovasi kosmetik Indonesia. Jadi Beauties, memilih sunscreen untuk kulit berminyak di musim hujan bukan hanya soal estetika, tapi juga kesehatan kulit jangka panjang. Dengan memperhatikan formula non-comedogenic, tekstur ringan, dan bahan aktif seperti niacinamide atau ekstrak lokal, Anda bisa menjaga kulit tetap sehat tanpa kilau berlebih. Pastikan produk pilihan Anda terdaftar di BPOM untuk keamanan. Untuk informasi lebih lanjut tentang perawatan kulit berbasis sains, jelajahi rubrik SkinCare kami atau cek artikel terkait tentang pembersih wajah untuk kulit berminyak. [][Eva Evilia/TBV]  Sumber Eksternal:   - [BPOM: Panduan Memilih Kosmetik Aman] - Journal of Dermatology [2023], 'UV Protection in Overcast Conditions'  

Makeup Natural untuk Tampil Otentik
Decorative

14 Oct 2025

Makeup Natural untuk Tampil Otentik

Pernahkah Anda ingin tampil segar tanpa makeup tebal, meski hujan rintik-rintik menemani perjalanan?  Di tahun 2025, makeup natural adalah tren yang merayakan kecantikan otentik. Musim hujan di Indonesia, dengan udara lembap dan polusi kota, menantang Anda untuk tetap cerah. Namun, dengan teknik sederhana dan produk lokal, Anda bisa menciptakan tampilan yang tahan hujan sekaligus memukau. Saya membawa Anda melalui langkah-langkah makeup natural yang praktis dan penuh pesona. Mulai dengan Dasar yang Ringan Sebelum makeup, bersihkan wajah dengan pembersih berbasis lidah buaya untuk hidrasi alami. Selain itu, aplikasikan pelembap ringan agar kulit siap menerima makeup. Gunakan BB cream atau foundation bertekstur cair dengan label ‘long-wear’. Banyak produk lokal Indonesia mengandung ekstrak bunga kembang sepatu, yang membantu menjaga kulit cerah. Oleskan tipis dengan spons untuk hasil alami, seperti kulit Anda sendiri, tetapi lebih bersinar. Baca Juga: 5 Langkah Makeup Tahan Lama di Musim Hujan Alis Halus untuk Bingkai Wajah Alis yang rapi memberi kesan otentik tanpa berlebihan. Gunakan pensil alis berbasis lilin, yang tahan terhadap kelembapan musim hujan. Gambar garis tipis mengikuti bentuk alami alis Anda, lalu sikat dengan spoolie untuk efek lembut. Produk lokal dengan formula tahan air, terdaftar BPOM, adalah pilihan cerdas. Langkah ini seperti menyempurnakan bingkai wajah Anda dengan sentuhan minimal. Sentuhan Warna pada Pipi dan Bibir Untuk pipi, pilih blush berbentuk krim dengan warna peach atau coral, yang cocok untuk kulit tropis. Ketuk perlahan di pipi untuk rona segar. Pada bibir, lip tint berbasis air, yang banyak diproduksi UMKM Indonesia, memberikan warna tahan lama. Menurut BPOM [2025], kosmetik tahan air aman menjaga makeup hingga 4 jam di cuaca lembap. Bayangkan rona ini seperti senyuman alami yang tahan hujan. Baca Juga: Tren Makeup Minimalis ala Gen Z Kunci dengan Setting Spray Setting spray adalah rahasia makeup natural yang tahan lama. Pilih produk dengan bahan alami seperti air mawar, yang memberikan kesegaran. Semprotkan 2-3 kali dari jarak 20 cm dengan gerakan ‘X’. Rasakan sensasi ringan yang membuat Anda siap menghadapi hari, meski hujan menyapa. Beauties, makeup natural memungkinkan Anda tampil otentik tanpa repot. Dengan BB cream, alis halus, blush, lip tint, dan setting spray, Anda bisa menghadapi musim hujan dengan percaya diri. Produk lokal seperti bunga kembang sepatu menambah pesona Indonesia pada rutinitas ini. Cek artikel kami di rubrik SkinCare untuk tips skinimalisme pelengkap. Biarkan kecantikan Anda bersinar alami! [][Vikalena Lasmoskwa/TBV] Sumber Eksternal: BPOM: Keamanan Kosmetik Tahan Air Journal of Cosmetic Dermatology [2023], “Long-Wear Makeup in Humid Climates”