sunscreen
Discover 10 articles tagged with sunscreen
10 Jan 2026
Membedah Isi Sunscreen Lebih Dalam
Sunscreen mengandung filter UV sebagai bahan utama dan antioksidan, humektan, serta penenang sebagai pelengkap untuk melindungi sekaligus merawat kulit.
02 Dec 2025
Sunscreen Racun? Yuk Kita Bedah Faktanya!
Mitos sunscreen beracun tidak memiliki dasar ilmiah. Sunscreen aman digunakan dan penting untuk mencegah kerusakan kulit akibat sinar UV.
04 Nov 2025
Cowok Juga Mau Punya Kulit Sehat, Kenapa Enggak?
Cowok juga perlu skincare. Cukup tiga langkah: cuci muka, lembapkan, dan pakai sunscreen. Simple, tapi hasilnya nyata.
27 Oct 2025
Skincare Sehari dalam Hidup Anda
Rahasia kulit sehat dimulai dari ritual kecil yang konsisten dan penuh makna.
14 Oct 2025
Skincare Pria untuk Wajah Cerah
Pernahkah Anda menatap cermin setelah seharian di tengah hujan dan kemacetan, lalu merasa wajah tampak lelah dan kusam? Di musim hujan Oktober 2025, polusi kota seperti Jakarta atau Bandung, ditambah udara lembap, sering meredupkan kilau wajah pria. Namun, skincare bukan hal rumit atau hanya untuk wanita. Dengan rutinitas sederhana dan bahan alami Indonesia, seperti kopi atau temulawak, Anda bisa mengembalikan wajah cerah yang mencerminkan semangat. Bayangkan melangkah ke kantor atau bertemu teman dengan wajah segar, meski hujan rintik-rintik membasahi jaket Anda. Skincare pria adalah tentang kepraktisan—tak perlu banyak produk, hanya beberapa langkah yang tepat. Menurut Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology [2023], polusi dapat meningkatkan kerusakan kulit hingga 20% tanpa perawatan rutin. Oleh karena itu, rutinitas ini adalah cara mudah untuk meningkatkan kepercayaan diri, baik saat rapat penting atau nongkrong di kafe. Baca Juga: 12 Langkah Merawat Area Intim Pria Mulai dengan Pembersihan dan Perlindungan Langkah pertama menuju wajah cerah adalah membersihkan kulit dengan benar. Kulit pria cenderung lebih berminyak, dan polusi musim hujan menyumbat pori, membuat wajah tampak lelah. Gunakan pembersih berbasis gel dengan ekstrak kopi Bali, yang kaya antioksidan untuk melawan radikal bebas dari asap kendaraan. Pijat wajah selama 30 detik setiap pagi dan malam, lalu bilas dengan air suam-suam kuku. Rasanya seperti menyegarkan wajah Anda setelah seharian berjuang di tengah cuaca tropis. Setelah membersihkan, jangan lewatkan sunscreen SPF 30 bertekstur gel, ideal untuk kulit pria yang cenderung berminyak. Banyak produk lokal mengandung ekstrak teh hijau, yang mengontrol minyak sekaligus melindungi dari sinar UV, bahkan di hari mendung. Aplikasikan secukupnya—sekitar dua jari penuh—sebelum keluar rumah, dan ulangi jika terpapar hujan. BPOM [2025] menyatakan bahwa sunscreen rutin mengurangi penuaan dini hingga 70% di iklim tropis. Langkah ini seperti perisai yang menjaga wajah Anda tetap cerah, meski cuaca tak menentu. Anda juga bisa menambahkan serum ringan berbasis temulawak setelah pembersihan. Temulawak, bahan lokal yang banyak digunakan UMKM Indonesia, mengandung kurkumin untuk mencerahkan kulit. Cukup 2-3 tetes, pijat perlahan hingga menyerap. Serum ini seperti setetes energi untuk wajah Anda, membantu melawan kusam tanpa terasa lengket, cocok untuk pria yang mengutamakan kepraktisan. Baca Juga: Skincare Pria untuk Kulit Kusam Dukung Kulit dari Dalam Skincare dari luar perlu diperkuat dari dalam untuk hasil maksimal. Makanan kaya zinc, seperti ikan laut atau kacang mede dari pasar lokal, mendukung regenerasi kulit. Penelitian di Journal of Dermatology [2023] menunjukkan bahwa zinc mempercepat perbaikan kulit hingga 10% dalam tiga bulan. Tambahkan semangkuk sup ikan atau segenggam kacang mede ke menu harian Anda, dan pastikan minum cukup air untuk mengeluarkan racun, termasuk polutan yang terserap kulit. Bayangkan tubuh Anda seperti mesin yang membutuhkan bahan bakar berkualitas. Nutrisi ini tidak hanya baik untuk kulit, tetapi juga meningkatkan energi sehari-hari. Misalnya, segelas jus jambu biji lokal, kaya vitamin C, bisa menjadi pendamping sempurna untuk rutinitas Anda. Dengan begitu, wajah Anda mendapat dorongan alami untuk tetap cerah, meski musim hujan membuat hari terasa kelabu. Skincare pria untuk wajah cerah tidak perlu memakan waktu atau tenaga. Dengan pembersih kopi, sunscreen, serum temulawak, dan nutrisi seimbang, Anda bisa menghadapi musim hujan dengan wajah segar yang memancarkan kepercayaan diri. Bahan lokal Indonesia menambah keajaiban pada rutinitas ini, menjadikannya praktis dan dekat dengan keseharian. Untuk tips lain, jelajahi artikel kami di rubrik SkinCare tentang skinimalisme. Mulailah sekarang, dan biarkan wajah Anda mencerminkan semangat pria modern! [][Rommy Rimbarawa/TBV] Sumber Eksternal: [BPOM: Keamanan Produk Skincare][https://www.pom.go.id] Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology [2023], “Pollution and Male Skin Health” Journal of Dermatology [2023], “Zinc and Skin Regeneration”
14 Oct 2025
Gaya Hidup Skinimalisme untuk Kulit Sehat
Bayangkan Anda berjalan di tengah hujan ringan, payung di tangan, namun wajah tetap cerah tanpa lapisan makeup tebal. Di tahun 2025, skinimalisme—tren kecantikan yang mengutamakan kesederhanaan—sedang mencuri perhatian di Indonesia. Dengan rutinitas minimalis, Anda bisa punya kulit sehat tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam. Musim hujan, dengan udara lembap dan polusi kota, adalah waktu yang tepat untuk merangkul gaya hidup ini. Mari jelajahi cara skinimalisme membawa kilau alami pada kulit Anda, dengan sentuhan bahan lokal Indonesia. Apa Itu Skinimalisme? Skinimalisme adalah pendekatan kecantikan yang fokus kepada sedikit produk, tetapi berkualitas tinggi. Alih-alih menggunakan sepuluh produk, Anda hanya perlu tiga atau empat yang benar-benar bekerja. Menurut Journal of Cosmetic Dermatology [2023], rutinitas minimalis mengurangi iritasi kulit hingga 20% pada iklim tropis. Oleh karena itu, skinimalisme sangat cocok untuk musim hujan, ketika kulit rentan terhadap kelembapan berlebih dan polusi. Langkah Pertama: Pembersih yang Lembut Mulailah dengan pembersih wajah berbasis gel, misalnya yang mengandung ekstrak teh hijau dari Jawa Barat. Teh hijau kaya antioksidan, membantu melawan polusi yang menempel di kulit. Pijat wajah selama 30 detik setiap pagi dan malam, lalu bilas dengan air suam-suam kuku. Langkah ini seperti menyapa kulit Anda dengan kelembutan, membersihkan tanpa menghilangkan kelembapan alami. Baca Juga: 5 Gaya Hidup untuk Kulit Glowing di Tengah Kota Serum untuk Nutrisi Esensial Setelah membersihkan, aplikasikan serum ringan dengan bahan lokal seperti temulawak. Serum ini memberi nutrisi tanpa membuat wajah terasa berat. Cukup 2-3 tetes, pijat perlahan hingga menyerap. Bayangkan serum ini seperti setetes energi untuk kulit Anda, membantu mencerahkan dan melawan kusam akibat cuaca mendung. Pilih produk terdaftar BPOM untuk keamanan. Pelindung Setia: Sunscreen Meski hujan turun, sinar UV tetap mengintai. Gunakan sunscreen SPF 30 bertekstur gel, ideal untuk iklim tropis. Banyak produk lokal menawarkan formula dengan ekstrak lidah buaya, yang melembapkan sekaligus melindungi. Aplikasikan setiap pagi, dan ulangi jika Anda banyak beraktivitas di luar. BPOM [2025] mencatat bahwa sunscreen rutin mencegah penuaan dini hingga 70% di lingkungan lembap. Baca Juga: Gaya Hidup Beautylife untuk Kualitas Hidup dan Kecantikan Fisik Konsistensi Adalah Kunci Skinimalisme bukan tentang hasil instan, melainkan kebiasaan kecil yang konsisten. Dengan hanya tiga langkah—pembersih, serum, sunscreen—Anda memberi kulit kesempatan untuk bernapas. Selain itu, kurangi stres dengan tidur cukup atau minum teh herbal lokal untuk mendukung kesehatan kulit dari dalam. Rasanya seperti merangkul diri sendiri dengan cara yang sederhana namun penuh cinta. Beauties, gaya hidup skinimalisme membawa Anda lebih dekat ke kulit sehat tanpa kerumitan. Dengan pembersih teh hijau, serum temulawak, dan sunscreen, Anda bisa tampil glowing meski musim hujan menantang. Pilih produk lokal terpercaya, dan nikmati kecantikan alami yang sustainable. Untuk inspirasi lain, cek artikel kami di rubrik SkinCare tentang serum alami. Mulailah hari ini, dan biarkan kulit Anda bersinar dengan caranya sendiri! [][Vikalena Lasmoskwa/TBV] Sumber Eksternal: BPOM: Panduan Kosmetik Aman Journal of Cosmetic Dermatology [2023], “Minimalist Skincare in Tropical Climates”
14 Oct 2025
Sabun Kojic Acid Bisa Memutihkan Kulit dalam Seminggu?
MITOS: Ada yang bilang, sabun kojic acid sanggup memutihkan kulit dalam seminggu. Benarkah? FAKTA: Di tengah maraknya produk kecantikan di marketplace Indonesia, sabun kojic acid jadi primadona. Banyak iklan mengklaim sabun ini bisa memutihkan kulit hanya dalam seminggu. Namun, apakah klaim ini benar, atau hanya mitos pemasaran? Musim hujan seperti sekarang, dengan kulit cenderung lembap dan kusam, membuat banyak orang tergiur. Kita akan membongkar fakta ilmiah di balik sabun kojic acid, termasuk cara kerjanya, risiko, dan harapan realistis, sehingga Anda bisa membuat keputusan bijak. Apa Itu Kojic Acid dan Bagaimana Cara Kerjanya? Kojic acid adalah bahan alami yang dihasilkan dari fermentasi jamur, sering digunakan dalam kosmetik untuk mencerahkan kulit. Menurut Journal of Cosmetic Dermatology [2022], kojic acid bekerja dengan menghambat enzim tyrosinase, yang bertanggung jawab atas produksi melanin [pigmen kulit]. Oleh karena itu, bahan ini efektif untuk mengurangi hiperpigmentasi, seperti bekas jerawat atau flek hitam. Namun, sabun kojic acid berbeda dari krim atau serum. Karena sabun hanya bersentuhan dengan kulit sebentar sebelum dibilas, efektivitasnya terbatas dibandingkan produk leave-on. Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kojic acid dalam sabun biasanya rendah [1-2%], sehingga efek mencerahkan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diiklankan. Baca Juga: Tiga Mitos Masker Wajah dan Fakta di Baliknya Memutihkan Kulit dalam Seminggu? Banyak iklan sabun kojic acid menjanjikan kulit 'putih glowing' dalam 7 hari. Sayangnya, ini tidak realistis. Berikut fakta ilmiahnya: - Waktu Efek Nyata: Studi klinis menunjukkan perubahan warna kulit akibat kojic acid baru terlihat setelah 4-8 minggu pemakaian rutin, bukan seminggu. - Faktor Lain: Warna kulit dipengaruhi genetika, paparan sinar UV, dan pola hidup. Sabun saja tidak cukup tanpa perlindungan sunscreen atau perawatan lain. - Efek Sementara: Sabun kojic acid membersihkan sel kulit mati, yang bisa membuat kulit tampak lebih cerah sesaat, tetapi ini bukan 'pemutihan' permanen. Selain itu, istilah 'memutihkan' sering menyesatkan. Kojic acid lebih cocok untuk meratakan warna kulit, bukan mengubah warna alami kulit secara drastis. Risiko dan Efek Samping Meski kojic acid relatif aman, ada risiko yang perlu diperhatikan, terutama untuk kulit sensitif di musim hujan: - Iritasi Kulit: Penelitian BPOM [2024] mencatat bahwa kojic acid dosis tinggi dapat menyebabkan kemerahan atau rasa terbakar, terutama jika sabun digunakan terlalu sering. - Produk Palsu: Banyak sabun kojic acid di pasaran tidak terdaftar BPOM dan mungkin mengandung bahan berbahaya seperti merkuri. Pastikan memilih produk dengan label resmi. - Fotosensitivitas: Kojic acid bisa membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari, jadi penggunaan sunscreen wajib, terutama saat cuaca mendung di musim hujan. Untuk meminimalkan risiko, lakukan uji coba pada area kecil kulit sebelum penggunaan rutin. Baca Juga: Apakah Parfum Harus Disemprot ke Seluruh Tubuh? Cara Pakai Sabun Kojic Acid yang Aman Agar efektif dan aman, ikuti langkah berikut: 1. Gunakan 1-2 Kali Sehari: Busakan sabun, aplikasikan ke wajah selama 20-30 detik, lalu bilas hingga bersih. 2. Kombinasikan dengan Sunscreen: Lindungi kulit dari UV dengan sunscreen SPF 30+ setelahnya. 3. Lengkapi dengan Pelembap: Gunakan pelembap berbasis air untuk mencegah kekeringan, yang umum di musim hujan. Sebagai inspirasi lokal, beberapa UMKM Indonesia mengombinasikan kojic acid dengan ekstrak beras atau kunyit, yang kaya antioksidan. Produk ini sering lebih ramah untuk kulit tropis. Alternatif untuk Hasil Lebih Cepat Jika ingin hasil lebih cepat, pertimbangkan produk leave-on seperti serum kojic acid atau krim dengan konsentrasi lebih tinggi [tentu dengan saran dokter kulit]. Selain itu, perawatan seperti chemical peeling di klinik terpercaya bisa lebih efektif untuk hiperpigmentasi, meski harus hati-hati pada kulit berminyak. Beauties, sabun kojic acid memang bisa membantu mencerahkan kulit dan mengurangi flek hitam, tetapi klaim 'putih dalam seminggu' adalah mitos. Efek nyata membutuhkan waktu, konsistensi, dan kombinasi dengan perawatan lain seperti sunscreen. Oleh karena itu, pilih produk terdaftar BPOM, gunakan dengan benar, dan kelola ekspektasi Anda. Untuk tips lebih lanjut, cek artikel kami di rubrik SkinCare tentang memilih sunscreen atau perawatan flek hitam. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV] Sumber Eksternal: - [BPOM: Keamanan Kosmetik] - Journal of Cosmetic Dermatology [2022]
14 Oct 2025
Cara Memilih Sunscreen untuk Kulit Berminyak di Musim Hujan
Musim hujan di Indonesia, seperti yang mulai terasa di September 2025, membawa kelembapan tinggi yang bisa jadi musuh bagi pemilik kulit berminyak. Kelembapan membuat kulit memproduksi sebum berlebih, menyebabkan pori tersumbat, jerawat, dan kilau berlebihan. Namun begitu Beauties, perlindungan matahari tetap penting, bahkan saat mendung, karena sinar UVA/UVB tetap bisa menembus awan. Menurut penelitian dari Journal of Dermatology [2023], 80% kerusakan kulit akibat sinar UV terjadi pada hari berawan. Nah, bagaimana cara memilih sunscreen yang cocok untuk kulit berminyak tanpa bikin wajah terasa lengket atau memicu komedo? Artikel ini, didukung wawasan farmasi dari Universitas Padjadjaran, akan memandu Anda memilih sunscreen ideal dengan formula ringan, non-comedogenic, dan inspirasi bahan lokal Indonesia. Mengapa Sunscreen Penting untuk Kulit Berminyak? Kulit berminyak cenderung memiliki lapisan sebum alami yang membuatnya tampak glossy, tapi ini tidak cukup melindungi dari sinar UV. Paparan sinar matahari tanpa perlindungan dapat mempercepat penuaan dini, hiperpigmentasi, dan bahkan meningkatkan risiko kanker kulit. Badan Pengawas Obat dan Makanan [BPOM] Indonesia merekomendasikan penggunaan sunscreen dengan SPF minimal 30 untuk aktivitas sehari-hari. Namun, tantangan terbesar bagi kulit berminyak adalah menemukan produk yang tidak menyumbat pori atau terasa berat di cuaca lembap. Berikut adalah kriteria dan tips berbasis sains untuk memilih sunscreen yang tepat. Baca Juga: Day Cream Penting untuk Perlindungan Kulit Harian Kriteria Sunscreen Ideal untuk Kulit Berminyak Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diperhatikan saat memilih sunscreen, berdasarkan ilmu kosmetik farmasi: 1. Pilih Formula Non-Comedogenic Non-comedogenic berarti produk tidak menyumbat pori, yang krusial untuk mencegah jerawat dan komedo. Cari label 'non-comedogenic' atau 'oil-free' pada kemasan. Contoh bahan yang aman adalah zinc oxide atau titanium dioxide, yang sering ditemukan pada sunscreen fisik [physical/mineral sunscreen]. Bahan ini juga cocok untuk kulit sensitif, menurut studi di International Journal of Cosmetic Science [2022]. 2. Perhatikan SPF dan PA yang Sesuai Sun Protection Factor [SPF] mengukur perlindungan terhadap UVB, sementara Protection Grade of UVA [PA] melindungi dari UVA. Untuk kulit berminyak, pilih SPF 30-50 dan PA+++. Produk dengan SPF terlalu tinggi [misalnya 100] sering kali terasa berat dan kurang nyaman di iklim tropis. BPOM menyarankan SPF 30 untuk aktivitas indoor-outdoor ringan, cukup untuk melindungi selama 4-6 jam di musim hujan. 3. Tekstur Ringan: Gel atau Lotion Lebih Baik Sunscreen berbasis gel atau lotion lebih cocok untuk kulit berminyak dibandingkan krim tebal. Tekstur gel menyerap cepat, memberikan efek matte, dan tidak meninggalkan residu berminyak. Beberapa produk lokal Indonesia, seperti yang menggunakan ekstrak lidah buaya atau daun teh hijau, menawarkan tekstur ringan sekaligus manfaat antioksidan. 4. Bahan Aktif yang Mengontrol Sebum Cari sunscreen dengan bahan seperti niacinamide atau ekstrak witch hazel, yang membantu mengurangi produksi sebum tanpa mengeringkan kulit. Niacinamide, misalnya, terbukti dalam studi Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology [2021] dapat mengurangi kilau minyak hingga 20% setelah 4 minggu pemakaian rutin. Produk lokal yang memanfaatkan ekstrak temulawak juga bisa jadi pilihan karena sifat anti-inflamasinya. 5. Tahan Air untuk Musim Hujan Di musim hujan, cari sunscreen dengan label 'water-resistant' untuk menjamin perlindungan saat terkena air hujan atau keringat. Namun, ingat untuk mengaplikasikan ulang setiap 2-3 jam jika terpapar air terus-menerus, sesuai pedoman BPOM. Baca Juga: Kulit Halus Bukan Mimpi: Rahasia Perawatan dari Rumah Rekomendasi Produk Lokal dan Cara Penggunaan Indonesia kaya akan bahan alami yang bisa diintegrasikan ke dalam sunscreen. Beberapa merek lokal yang terdaftar di BPOM, seperti Wardah, Emina, atau merek UMKM berbasis bahan alami, menawarkan sunscreen dengan formula ringan. Contohnya, produk dengan ekstrak kelapa atau teh hijau lokal sering kali ramah untuk kulit berminyak. Berikut langkah penggunaan sunscreen yang benar: 1. Bersihkan Wajah: Gunakan pembersih wajah berbasis gel untuk menghilangkan minyak berlebih. 2. Aplikasikan Pelembap Ringan: Pilih pelembap berbasis air untuk menjaga hidrasi tanpa menambah minyak. 3. Gunakan Sunscreen: Aplikasikan 2 jari penuh [sekitar 2 gram] untuk wajah dan leher, 15 menit sebelum keluar rumah. 4. Re-apply: Ulangi setiap 2-3 jam, terutama setelah terkena hujan atau keringat. Tips Tambahan: Gunakan bedak tabur berbahan mineral untuk efek matte setelah sunscreen, terutama untuk aktivitas outdoor di musim hujan. Peringatan: Hal yang Harus Dihindari - Sunscreen Kedaluwarsa: Periksa tanggal kadaluarsa, karena bahan aktif seperti avobenzone bisa kehilangan efektivitas. - Produk Tanpa Label BPOM: Hindari sunscreen dari sumber tidak jelas untuk mencegah risiko bahan berbahaya seperti merkuri. - Over-application: Terlalu banyak sunscreen bisa membuat kulit terasa lengket dan memicu komedo. Inspirasi dari Bahan Lokal Indonesia Indonesia punya potensi besar dalam pengembangan kosmetik berbasis bahan alami. Misalnya, ekstrak temulawak dan kunyit, yang kaya antioksidan, bisa menjadi bahan tambahan dalam sunscreen untuk melawan radikal bebas akibat polusi. Penelitian dari Fakultas Farmasi Unpad [2024] menunjukkan bahwa ekstrak temulawak dapat meningkatkan perlindungan kulit hingga 15% dibandingkan formula standar. Dukungan untuk cosmeticpreneur lokal yang memanfaatkan bahan ini juga sejalan dengan misi beautyversity.id untuk memajukan inovasi kosmetik Indonesia. Jadi Beauties, memilih sunscreen untuk kulit berminyak di musim hujan bukan hanya soal estetika, tapi juga kesehatan kulit jangka panjang. Dengan memperhatikan formula non-comedogenic, tekstur ringan, dan bahan aktif seperti niacinamide atau ekstrak lokal, Anda bisa menjaga kulit tetap sehat tanpa kilau berlebih. Pastikan produk pilihan Anda terdaftar di BPOM untuk keamanan. Untuk informasi lebih lanjut tentang perawatan kulit berbasis sains, jelajahi rubrik SkinCare kami atau cek artikel terkait tentang pembersih wajah untuk kulit berminyak. [][Eva Evilia/TBV] Sumber Eksternal: - [BPOM: Panduan Memilih Kosmetik Aman] - Journal of Dermatology [2023], 'UV Protection in Overcast Conditions'
14 Oct 2025
Pemulihan Kulit Belang karena Terbakar Matahari
Kulit terbakar matahari bisa memakan waktu beberapa minggu hingga bulan untuk kembali normal. Proses penyembuhannya tergantung pada tingkat keparahan terbakar, warna kulit alami, dan cara perawatannya. Kadang-kadang, dalam kesibukan kita sehari-hari, kita bisa lupa untuk menggunakan sunscreen. Meskipun kita tahu pentingnya melindungi kulit dari sinar matahari, ada kalanya kita terjebak dalam aktivitas yang membuat kita lupa. Saat itulah, efek sinar UV yang berbahaya bisa menyebabkan kulit kita belang dan terbakar matahari. ilustrasi kulit belang - Beautyversity | canva.com Situasi ini bisa sangat mengganggu, terutama jika kita harus menghabiskan banyak waktu di luar ruangan. Kegiatan seperti berjalan-jalan, bekerja di luar ruangan, atau bahkan berolahraga bisa memperparah dampak sinar matahari terhadap kulit kita. Akibatnya, kulit bisa menjadi kemerahan, perih, dan tidak nyaman. Namun, ada berbagai cara untuk mengatasi dan merawat kulit yang belang karena terbakar matahari. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, kita bisa membantu kulit kita kembali sehat dan bercahaya. Mari kita telusuri lebih lanjut bagaimana cara merawat kulit yang terbakar matahari dan langkah-langkah pencegahan untuk masa depan. Tips Merawat Kulit Terbakar Matahari 1. Hidrasi: Minum banyak air membantu kulit tetap lembab dan mempercepat penyembuhan. 2. Lidah Buaya: Gel lidah buaya dapat membantu meredakan kulit yang terbakar matahari dan mempercepat penyembuhan. 3. Pelembap: Gunakan pelembap bebas pewangi untuk menjaga kelembaban kulit. Baca Juga: Anti-Pollution Skincare? Apa Itu? 4. Hindari Paparan Matahari: Hindari paparan matahari langsung pada area yang terbakar sampai pulih. ilustrasi kulit belang - Beautyversity | canva.com 5. Gunakan Tabir Surya: Setelah kulit sembuh, gunakan tabir surya untuk mencegah terbakar lagi. 6. Pakai Pakaian Tertutup: Kenakan pakaian yang melindungi kulit dari paparan sinar matahari. 7. Konsumsi Makanan Sehat: Makanan kaya vitamin C dan E dapat membantu regenerasi kulit. Beauties, dengan perawatan yang tepat, kulit belang karena terbakar matahari dapat kembali normal lebih cepat. Tetap jaga kulit Anda dan lindungi dari paparan sinar matahari yang berlebihan. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV] *penulisan artikel ini dibantu riset ChatGPT 4 ilustrasi kulit belang - Beautyversity | canva.com tags:
Showing 1-9 of 10