BeautyLife

Benarkah Kita Sering Menyimpan Kritik Lebih Lama daripada Pujian?

Admin Beautyversity Admin Beautyversity
250 views
Benarkah Kita Sering Menyimpan Kritik Lebih Lama daripada Pujian?

Banyak orang lebih mudah mengingat komentar negatif dibanding pujian, dan kebiasaan ini memengaruhi rasa nyaman terhadap diri sendiri.

Fenomena ini cukup sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Saat menerima pujian, kita cenderung cepat melupakannya, sementara kritik atau komentar negatif terus terngiang dalam pikiran. Kebiasaan ini bukan sekadar masalah psikologis kecil, tetapi berdampak pada cara seseorang memandang diri, merawat tubuh, dan membangun self-worth.

Dalam konteks Beautylife, hal ini relevan karena fokus rubrik tidak hanya pada penampilan fisik, tetapi juga pada kesejahteraan emosional dan mental. Ketika seseorang terlalu lama menyimpan kritik, rasa percaya diri bisa terganggu, dan rutinitas perawatan diri yang seharusnya menyenangkan justru terasa sebagai kewajiban atau beban. Ini membuat hubungan dengan tubuh dan kesehatan mental menjadi kurang harmonis.

Baca Juga: Kenapa Kita Sulit Menikmati Kemajuan Diri Sendiri?

Otak Lebih Sensitif pada Kritik

Manusia memiliki mekanisme evolusi yang membuat kita lebih mudah mengingat hal-hal negatif dibanding positif. Kritik dianggap sebagai sinyal bahaya yang perlu diperhatikan agar dapat bertahan hidup, sementara pujian tidak menimbulkan ancaman sehingga sering diabaikan. Dalam kehidupan modern, mekanisme ini kadang membuat kita terlalu keras terhadap diri sendiri, bahkan ketika tidak ada risiko nyata.

Sebagai contoh, seseorang bisa menerima banyak pujian atas kulit yang sehat atau rambut yang terawat, tetapi satu komentar negatif mengenai penampilan membuatnya merasa kurang percaya diri. Perasaan ini dapat memengaruhi cara ia menggunakan skincare, makeup, atau rutinitas kesehatan sehari-hari. Bukannya menikmati proses perawatan diri, fokusnya justru tertuju pada kesalahan atau kekurangan yang dirasakannya.

Psikolog Dr. Rick Hanson dalam buku Hardwiring Happiness [2013] menyebut bahwa otak manusia cenderung menahan memori negatif lebih lama daripada positif. Menyadari hal ini membantu kita memahami mengapa kritik bisa lebih lama teringat dan bagaimana hal itu memengaruhi kesejahteraan mental.

Baca Juga: Kenapa Kita Sulit Berdamai dengan Perubahan Diri?

Cara Menyeimbangkan Pujian dan Kritik

Kunci untuk merasa lebih nyaman dengan diri sendiri adalah belajar memberi perhatian yang seimbang antara pujian dan kritik. Salah satu cara sederhana adalah dengan menuliskan hal-hal positif yang kita terima setiap hari. Aktivitas ini membantu menginternalisasi pujian sehingga lebih mudah diingat dan memengaruhi perasaan terhadap diri sendiri.

Selain itu, refleksi terhadap kritik juga perlu dilakukan dengan cara yang sehat. Daripada menyimpannya terus-menerus, kita bisa mengevaluasi mana yang relevan dan bisa dijadikan pelajaran, serta mana yang bersifat subjektif dan tidak perlu terlalu diperhatikan. Dengan begitu, tubuh dan pikiran dapat menikmati perawatan diri tanpa terus dihantui rasa kurang.

Dr. Brené Brown dalam buku The Gifts of Imperfection [2010] menekankan bahwa kemampuan menerima diri dan menyeimbangkan persepsi terhadap kritik serta pujian merupakan langkah penting untuk membangun self-worth. Pendekatan ini juga membantu seseorang lebih menikmati rutinitas perawatan diri dan kegiatan beauty lainnya sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri, bukan sekadar upaya menutupi kekurangan.

Dengan membiasakan diri memberi ruang bagi pujian dan menilai kritik secara bijak, pengalaman merawat tubuh dan wajah akan terasa lebih menyenangkan. Kebiasaan ini membantu seseorang lebih sadar akan kemajuan diri, lebih percaya diri, dan lebih selaras dengan kesejahteraan mental dan fisik yang utuh. [][Liora Maheswari/TBV]

Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.


Bagikan artikel ini:
Admin Beautyversity

Admin Beautyversity

Penulis di Beautyversity

Lihat Semua Artikel