Lipstik masih terlihat bagus. Maskara juga belum habis. Namun, apakah produk makeup tetap layak digunakan selama belum mencapai tanggal kedaluwarsa?
Ada beberapa produk makeup yang seolah tidak pernah benar-benar habis. Palet eyeshadow dapat bertahan bertahun-tahun, lipstik favorit hanya berkurang sedikit demi sedikit, sementara foundation terkadang masih tersisa jauh setelah produk baru mulai menggantikannya. Selama warna, aroma, dan teksturnya terlihat normal, produk tersebut sering tetap digunakan.
Kebiasaan ini cukup mudah dipahami karena kosmetik tidak selalu menunjukkan perubahan yang kasatmata ketika kualitasnya mulai menurun. Berbeda dengan makanan yang dapat berubah warna atau mengeluarkan aroma menyengat, beberapa produk makeup mungkin masih terlihat baik meskipun sudah lama dibuka. Padahal, setiap kali kemasan dibuka dan produk digunakan, kondisinya mulai dipengaruhi udara, kelembapan, tangan, kuas, maupun aplikator.
Ada pula kebingungan antara tanggal kedaluwarsa dan masa penggunaan setelah kemasan dibuka. Keduanya tidak selalu menjelaskan hal yang sama. Produk yang belum dibuka dapat memiliki umur simpan tertentu, sementara setelah digunakan pertama kali, kondisi penyimpanan dan pola pemakaian mulai menjadi bagian penting dalam mempertahankan kualitasnya.
Karena karakter setiap kosmetik berbeda, masa penggunaan makeup juga tidak dapat disamaratakan. Produk berbasis air, produk berbentuk bubuk, dan kosmetik yang digunakan sangat dekat dengan mata memiliki risiko dan karakter stabilitas yang berbeda.
Baca Juga: Mengapa Warna Foundation yang Cocok di Toko Bisa Berbeda Saat Dipakai di Luar Ruangan?
Kenali Simbol PAO, Bukan Hanya Tanggal Kedaluwarsa
Pada sebagian kemasan kosmetik terdapat gambar menyerupai wadah kecil yang terbuka dengan tulisan seperti 6M, 12M, atau 24M. Simbol tersebut dikenal sebagai Period After Opening atau PAO. Angka menunjukkan periode penggunaan yang direkomendasikan setelah produk pertama kali dibuka, misalnya 12M berarti 12 bulan.
Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. menyebut masa pakai kosmetik dipengaruhi oleh karakter formula, jenis kemasan, sistem pengawet, serta kemungkinan produk mengalami kontak dengan lingkungan selama digunakan. Produk dalam kemasan pump, misalnya, dapat menghadapi pola paparan yang berbeda dibanding produk dalam wadah terbuka yang berkali-kali disentuh menggunakan jari. Karena itu, masa penggunaan tidak tepat bila hanya ditentukan berdasarkan kategori kosmetiknya.
Produk mata memerlukan perhatian khusus. Maskara menggunakan aplikator yang keluar-masuk kemasan dan digunakan sangat dekat dengan mata, sehingga kebersihan selama pemakaian menjadi penting. U.S. Food and Drug Administration [FDA] bahkan menyebut maskara sebagai salah satu kosmetik dengan masa penggunaan yang relatif singkat dan menyarankan membuangnya setelah sekitar tiga bulan sejak pembelian untuk mengurangi risiko kontaminasi.
Powder blush, bedak, atau eyeshadow berbentuk bubuk dapat memiliki karakter berbeda karena kandungan air bebasnya cenderung lebih rendah dibanding produk cair. Namun, bukan berarti produk tersebut dapat digunakan tanpa batas. Kuas yang kotor, penyimpanan di tempat lembap, perubahan tekstur, atau kontaminasi selama penggunaan tetap dapat memengaruhi kondisinya.
Baca Juga: Warna Makeup yang Sedang Viral dan Pengaruhnya pada Ekspresi Diri
Cara Menggunakan Produk Ikut Menentukan Keamanannya
Masa pakai bukan hanya persoalan menghitung bulan sejak kemasan dibuka. Cara memperlakukan produk selama periode tersebut juga sangat menentukan. Menyimpan kosmetik di tempat panas dan lembap, membiarkan kemasan terbuka terlalu lama, atau menggunakan aplikator yang jarang dibersihkan dapat memperbesar peluang terjadinya perubahan pada formula.
Kebiasaan berbagi makeup juga layak diperhatikan, terutama untuk produk yang bersentuhan langsung dengan bibir dan mata. FDA mengingatkan bahwa berbagi kosmetik dapat meningkatkan risiko perpindahan mikroorganisme antarpengguna. Tester kosmetik di toko pun idealnya digunakan melalui prosedur higienis dan aplikator sekali pakai, bukan diaplikasikan langsung dari kemasan bersama.
Perubahan aroma, warna, tekstur, pemisahan formula yang tidak normal, atau munculnya sensasi berbeda ketika digunakan dapat menjadi alasan untuk menghentikan pemakaian meskipun periode PAO belum berakhir. Produk yang menyebabkan rasa terbakar, gatal, kemerahan, atau iritasi juga tidak perlu dipertahankan hanya karena harganya mahal atau isinya masih banyak.
Hal sederhana lain yang dapat membantu adalah mencatat kapan produk pertama kali dibuka. Tanggal kecil pada bagian bawah kemasan atau catatan digital membuat masa penggunaan lebih mudah dipantau, terutama bagi orang yang memiliki banyak kosmetik. Tanpa catatan semacam itu, satu tahun dapat berlalu sementara sebuah produk terasa seperti baru dibeli “beberapa bulan lalu”.
Membeli makeup dalam jumlah yang benar-benar dapat digunakan juga menjadi bagian dari kebiasaan yang lebih sehat. Palet dengan puluhan warna mungkin menyenangkan, tetapi produk yang terus menumpuk membuat masa pakainya semakin sulit dipantau. Memiliki lebih sedikit produk yang digunakan secara teratur terkadang justru memudahkan kebersihan dan pengelolaan kosmetik.
Jadi, semua produk makeup tidak memiliki masa pakai yang sama setelah dibuka. Formula, kemasan, area penggunaan, penyimpanan, dan kebiasaan pengguna ikut menentukan berapa lama produk layak dipertahankan. Menghabiskan kosmetik memang terasa memuaskan, tetapi mengetahui kapan harus berhenti menggunakannya merupakan bagian yang sama pentingnya dari menikmati makeup dengan aman. [][Eva Evilia/TBV]
Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.